Selamat Datang Di iLoveIndo4 - Kumpulan Artikel Menarik Dan Unik Seputar Manca Negara Dan Dalam Negeri. Selamat Menikmati.

Monday, October 29, 2018

Fenomena Grand Solar Minimun Yang Terjadi Di Tahun 2020 Nanti

iloveindo4u - pernah tidak kita membayangkan matahari meredup, mungkin akan sulit ngebayangin matahari menjadi “dingin”.


Namun, menurut prediksi para ilmuwan dunia. pada rentan waktu tahun 2020 sampai 2070, matahari diperkirakan akan sangat dingin. Fenomena ini diberi istilah “GRAND SOLAR MINIMUM”, yaitu titik yang sangat rendah dalam siklus 11 tahun matahari.

Matahari mempunyai siklus sebelas tahun sekali ketika jumlah bintik matahari bervariasi, pada periode teraktif, atau solar maximum, jumlah bintik matahari bertambah hingga puncaknya, sementara pada periode dengan aktivitas terendah, atau solar minimum, jumlah bintik matahari berkurang hingga titik terendahnya. Periode solar maximum terakhir berlangsung pada tahun 2001

para ilmuan NASA dalam laporan resminya. Setiap 11 tahun atau lebih, bintik matahari akan memudar dan membawa masa yang lebih tenang. Bintik matahari sendiri diketahui adalah titik hitam di matahari (dapat dilihat dari teleskop yang diberi lapisan) yang memiliki sifat magnetis. Selama siklus ini, aktivitas matahari akan meningkat kemudian masuk dalam fase “istirahat”.

Pada titik puncaknya, fusi nuklir pada kekuatan inti matahari memaksa putaran gelombang magnetik menjadi lebih tinggi ke atmosfernya. Hal ini akan mengeluarkan lebih banyak radiasi ultraviolet dan menghasilkan lidah api dan bintik matahari.

Sebaliknya, saat “grand minimum” nanti, permukaan matahari akan menjadi lebih tenang. Saat ini terjadi, matahari akan mengeluarkan lebih sedikit radiasi ultraviolet.


Apa itu grand Solar Minimum?

GRAND MINIMUM atau GRAND SOLAR MINIMUM adalah periode aktivitas matahari dalam 11 tahun siklus matahari. Selama waktu ini, aktivitas titik hitam (sunspot) dan lidah api (flare) berkurang dan tidak terjadi selama berhari-hari pada suatu rentang waktu. Akibatnya, musim panas yang terjadi di belahan bumi utara pun akan berbeda dari biasanya.

Istilah grand minimum pertama kali dicetuskan oleh astronom berkebangsaan Jerman bernama Samuel Heinrich Schwabe pada tahun 1843, setelah mengamati bintik matahari selama 17 tahun dari rentan waktu 1826 sampai 1843 dan membuat artikel pendek yang berjudul “Solar Observation During 1843”. Rudolf Wolf, selaku direktur Observatorium Bern terkesan dengan artikel yang dibuat oleh Schwabe dan ikut melakukan pengamatan terhadap bintik matahari. Pada tahun 1851 penelitian Schwabe digunakan oleh Alexander von Humboldt dalam volume ketiga kosmonya. Dan penelitian Schwabe tentang siklus matahari ini menjadi salah satu penemuan paling penting dalam dunia astronomi sehingga pada tahun 1857 Schwabe dianugerahi penghargaan Gold Medal of The Royal Astronomical Society.


Catatan Sejarah Tengan Grand Solar Minimum

Saat menjelajahi sejarah, para ilmuwan dihadapkan pada fakta satu periode yang sangat dingin pada abad ke-17. Fakta ini memandu penelitian mereka. Salah satu waktu saat dingin menggigit terjadi antara tahun 1645 hingga 1715. Periode ini disebut dengan “MAUNDER MINIMUM”. Pada periode tersebut, Sungai Thames di Inggris membeku. Bahkan, Laut Baltik tertutup es yang begitu tebal dan dimanfaatkan oleh tentara Swedia untuk menyerang Denmark pada 1685.

Anehnya, pendinginan ini tidak seragam. Pola cuaca yang terekam justru menyimpang, saat itu di Alaska dan Greenland justru menghangat.


Periode Grand Solar Minimum Diperkirakan Akan Terjadi Dari Tahun 2020 Sampai Tahun 2070

Menurut pemberitaan di Deutsche Welle, sebuah layanan berita Jerman pada bulan februari 2018. Tim peneliti, yang dipimpin oleh pakar fisika dan  Deutsches Zentrum für Luft- und Raumfahrt, disingkat DLR. menyatakan bahwa mereka telah menemukan cara untuk melacak siklus 11 tahun matahari.
Peneliti juga mengatakan, mereka berhasil mengetahui kapan titik nadir solar minimum akan datang. Periode grand minimum pada masa dingin berikutnya, yang disebut sebagai “grand minimum”, radiasi sinar matahari akan turun hingga tujuh persen di bawah intensitas solar minimum biasa.
Penurunan suhu matahari ini akan menyebabkan kondisi bumi bisa serupa dengan Zaman es mini yang dialami di Eropa pada pertengahan abad ke-17. DLR memperingatkan bahwa bumi mungkin akan mengalami kondisi yang lebih dramatis lagi pada tahun 2050.

Laporan lainya dari ahli cuaca Vencore Weather mengatakan “tidak ada sunspot (bintik hitam matahari) terlihat di permukaanya. Dan untuk kedua kalinya dalam bulan ini, matahari sudah benar-benar kosong” kata Paul Dorian, ahli cuaca dari Vencore Weather.

Menurut Dorian, Matahari yang kosong merupakan tanda bahwa kita mendekati siklus solar minimum. Di mana jumlah sunspot, solar flares (lidah api), dan badai geometrik menjadi jauh berkurang. Dan hal ini akan semakin meningkat selama beberapa tahun ke depan. Awalnya, kekosongan ini berlangsung hanya beberapa hari, kemudian akan terus berlanjut selama berminggu-minggu. Dan akhirnya berlangsung selama berbulan-bulan pada saat siklus sunspot mencapai titik terendah. “siklus solar minimum berikutnya kemungkinan berlangsung sekitar 2019 atau 2020” kata Dorian. Selama siklus solar minimum itu, bumi memasuki fase yang disebut Maunder Minimum, yaitu zaman es mini seperti yang terjadi pada tahun 1645.


Laporan lainya dari ahli cuaca Vencore Weather mengatakan “tidak ada sunspot (bintik hitam matahari) terlihat di permukaanya. Dan untuk kedua kalinya dalam bulan ini, matahari sudah benar-benar kosong” kata Paul Dorian, ahli cuaca dari Vencore Weather.

Menurut Dorian, Matahari yang kosong merupakan tanda bahwa kita mendekati siklus solar minimum. Di mana jumlah sunspot, solar flares (lidah api), dan badai geometrik menjadi jauh berkurang. Dan hal ini akan semakin meningkat selama beberapa tahun ke depan. Awalnya, kekosongan ini berlangsung hanya beberapa hari, kemudian akan terus berlanjut selama berminggu-minggu. Dan akhirnya berlangsung selama berbulan-bulan pada saat siklus sunspot mencapai titik terendah. “siklus solar minimum berikutnya kemungkinan berlangsung sekitar 2019 atau 2020” kata Dorian. Selama siklus solar minimum itu, bumi memasuki fase yang disebut Maunder Minimum, yaitu zaman es mini seperti yang terjadi pada tahun 1645.

Northumbria University di Newcastle, Britania raya yang ikut meneliti siklus matahari ini pun ikut memprediksi bahwa grand solar minimum yang akan terjadi dalam rentan waktu tahun 2020-2070 akan mengakibatkan penurunan aktivitas matahari yang tajam, seperti yang dikatakan salah satu professor-nya Professor Valentina Zharkova “hasil yang kami dapatkan dapat diulang oleh peneliti lain dengan data yang sama yang tersedia di banyak observatorium matahari, sehingga mereka dapat memperoleh bukti sendiri bahwa bumi akan memasuki fase Maunder Minimum, seperti tahun 1645”.

Efek yang dapat dirasakan dari Grand Solar Minimum


Hal ini dikemukakan oleh para ilmuwan dari University of California, San Diego, yang mengatakan, berdasarkan siklus matahari baru-baru ini, matahari akan menjadi 7 persen lebih dingin, atau biasa disebut sebagai grand minimum, dalam beberapa tahun lagi.
Para Ilmuwan juga telah memperkirakan grand minimum mungkin akan menghasilkan pendinginan bumi sekitar 0,25% antara tahun 2020 sampai 2070 dan akan memperlambat pemanasan global. Tapi itu kembali lagi, kita belum siap dengan teknologi yang bisa memanfaatkan itu semua, Sejatinya pemanasan global tidak bisa dihindari selain dari merubah persepsi diri sendiri tentang Bumi untuk manusia Hidup.
Share:

0 comments:

Post a Comment

Postingan Populer