Selamat Datang Di iLoveIndo4 - Kumpulan Artikel Menarik Dan Unik Seputar Manca Negara Dan Dalam Negeri. Selamat Menikmati.

Saturday, October 13, 2018

Profil Kesederhanaan Suku Adat Ammatoa,Indonesia Kaya Akan Budaya

iloveindo4u - Terdiri dari ribuan pulau, hal ini membuat bumi pertiwi kaya akan keragaman suku dan bahasa. Bahkan ada beberapa daerah yang masih mempertahankan budayanya dari dulu hingga sekarang. Dari sekian banyaknya daerah, Teman Traveler masih bisa mempelajari kebudayaan tersebut lewat beberapa kawasan kaya adat di Indonesia, salah satunya adalah Ammatoa. Travelingyuk sudah merangkum hal menarik seputar desa adat Ammatoa satu ini.


Berada di Kabupaten Kajang, Bulukumba, Sulawesi Selatan, Teman Traveler akan menemukan sebuah desa yang bernama desa adat Ammatoa. Masyarakat yang tinggal di kawasan Kajang Dalam, masih memegang teguh kepada adat Ammatoa. Kehidupan di desa ini sangat sederhana. Masyarakat suku Kajang sangat jauh dari kehidupan modern dan menolak sesuatu yang berhubungan dengan teknologi. Salah satu yang menjadi contoh adalah listrik dan telepon seluler. Bagi mereka, hal-hal yang berbau teknologi akan merusak kelestarian alam. Hidup mereka juga sangat bergantung pada hasil kebun dan sawah.


Makna Warna Hitam

Selain cara hidup mereka yang sederhana, masayarakat suku Kajang juga selalu menggunakan pakaian yang berwarna hitam.


Bukan tanpa alasan, warna hitam sendiri memiliki filosofi yang cukup dalam. Warna hitam diartikan sebagai bentuk persamaan dalam segala hal. Selain itu juga memiliki arti menunjukkan kekuatan dan kesamaan derajat dihdapan sang pencipta. Kesamaan yang dimaksud adalah dalam bentuk wujud lahir, menyikapi kedaan lingkungan, salah satunya adalah menjaga kelestarian hutan sebagai sumber kehidupan.


Teman Traveler akan dibuat heran dengan adanya bentuk rumah yang identik, mulai dari atap, dinding bangunan, serta interiornya. Rumah adat suku Kajang berbentuk rumah panggung dan tidak jauh berbeda dengan rumah adat suku Bugis-Makassar. Atap yang digunakan bernama Anjong yang merupakan warisan dari Kerajaan Gowa. Rumah yang dibangun juga harus menghadap ke barat karena mereka percaya hal ini mampu membawa berkah. Pada pekarangan rumah, rata-rata mereka memelihara hewan peliharaan seperti ayam, sapi, atau kuda.


Suku Kajang

Suku Kajang merupakan salah satu suku tradisional, yang terletak di kabupaten bulukumba Sulawesi Selatan, tepatnya sekitar 200 km arah timur kota Makassar. Daerah kajang terbagi dalam 8 desa, dan 6 dusun. Namun perlu diketahui, kajang di bagi dua secara geografis, yaitu kajang dalam (suku kajang, mereka disebut “tau kajang”) dan kajang luar (orang-orang yang berdiam di sekitar suku kajang yang relative modern, mereka disebut “orang-orang yang berdiam di sekitar suku kajang yang relative modern, mereka disebut “tau lembang”).


Daerah kajang luar adalah daerah yang sudah bisa menerima peradaban teknologi seperti listrik, berbeda halnya dengan kajang dalam yang tidak dapat menerima peradaban, itulah sebabnya di daerah kajang dalam tidak ada listrik bukan hanya itu apabila kita ingin masuk ke daerah kawasan ammatoa (kajang dalam) kita tidak boleh memakai sandal hal ini dikarenakan oleh sandal yang dibuat dari teknologi.

Bukan hanya itu bentuk rumah kajang dalam dan kajang luar sangat berbeda. Di kajang luar dapur dan tempat buang airnya terletak di bagian belakang rumah sama halnya dengan rumah-rumah pada umumnya, tidak seperti dengan kajang dalam (kawasan ammatoa) yang menempatkan dapur dan tempat buang airnya didepan.

Hal ini dikarenakan pada zaman perang prajurit kajang sering masuk kerumah penduduk untuk mencari makan itulah sebabnya dapur dan tempat buang air kecilnya ditempatkan didepan rumah bukan hanya itu agar prajurit juga tidak melihat anak dari pemilik rumah karena prajurit beranggapan apapun yang berada di dalam rumah itu adalah miliknya.

Sumber



Share:

0 comments:

Post a Comment

Postingan Populer

Pasang Iklan Murah
Pasang Iklan Murah
 
close
Banner iklan disini