Selamat Datang Di iLoveIndo4 - Kumpulan Artikel Menarik Dan Unik Seputar Manca Negara Dan Dalam Negeri. Selamat Menikmati.

Friday, November 2, 2018

5 Kasus Yang Paling Mengerikan saat Halloween Didunia

iloveindo4u - Di negara kita, Halloween bukanlah hal yang lumrah untuk dirayakan, kalo pun ada mungkin hanya segelintir kecil orang saja yang meramaikannya dengan pesta kostum bertema horor atau semacamnya. Tapi di negara luar sana, Halloween dirayakan secara besar-besaran dan digolongkan sebagai hari besar (holiday).

Tak hanya diramaikan dengan kostum-kostum bertema horor saja, melainkan juga diramaikan dengan diadakannya pesta-pesta di beberapa tempat, mendekorasi rumah, trick or treat, wahana permainan bertema horor, dan lain sebagainya.

Tapi ada kalanya hal-hal yang dilakukan saat Halloween bisa jadi kelewatan, atau malah cenderung menjadi kasus kejahatan. Seperti 5 kisah tragis di bawah ini, pasti bikin kalian jadi mikir dua kali kalo mau ikut merayakan Halloween


Kasus peracunan Timothy O'Bryan

Di tengah hingar-bingar perayaan Halloween di sebuah kota kecil di Texas, Timothy O'Bryan, seorang bocah berusia delapan tahun, memiliki sebungkus permen Pixie Stix yang diberikan oleh ayahnya, Ronald O'Bryan. Tapi tragis, segera setelah memakan permen itu Timothy mengalami kejang dan meninggal satu jam kemudian.


Setelah polisi datang dan menyelidiki kasus ini, mereka memastikan bahwa permen Pixie Stix yang dimakan Timothy ternyata telah dicampur dengan sianida.

Saat polisi merasa Ronald (ayah Timothy) memberikan keterangan yang terus berubah-ubah dan tidak konsisten, polisi mulai mencurigainya dan menyelidiki Ronald. Polisi menemukan fakta bahwa Ronald sedang terlilit hutang besar dan kebingungan untuk melunasi hutangnya. Karena dia mengambil polis asuransi jiwa untuk anak-anaknya, ia berencana membunuh mereka untuk mendapatkan klaim dari uang asuransi anak-anaknya.


Parahnya lagi, polisi menemukan bahwa anak Ronald yang lain ternyata juga diberi permen beracun oleh ayahnya, tetapi anak yang lain belum sempat memakannya, baru Timothy malang yang memakannya.

Polisi pun menetapkan Ronald sebagai tersangka. Ronald O'Bryan dinyatakan bersalah atas kasus pembunuhan keji yang dilakukannya terhadap anaknya sendiri, ia dijatuhi hukuman mati, dan telah dieksekusi pada tahun 1984.


Pembantaian Keluarga Liske

Pada Halloween 2010, seorang remaja 16 tahun asal Ohio, Devon Griffin pulang ke rumah sehabis dari kebaktian gereja. Tapi alangkah kagetnya ia saat sampai di rumah menemukan tubuh kakaknya Derek, ibunya Susan, dan suami baru ibunya, William Liske telah tergeletak seperti mayat.


Awalnya Devon mengira ini adalah lelucon Halloween yang dipersiapkan keluarganya untuk menakut-nakuti dirinya. Namun ternyata itu adalah mayat-mayat keluarganya sungguhan. Devon pun sangat trauma atas kejadian pembantaian keluarganya tersebut.


Setelah polisi menyelidiki kasus ini, diketahui pelaku pembunuhan keluarga Liske adalah seorang pemuda 24 tahun bernama William Liske Jr. yang tak lain dan tak bukan juga adalah putra William Liske dari pernikahannya dengan istri sebelumnya.

Si pelaku ternyata memiliki riwayat skizofrenia dan tindak perilaku kekerasan. Ia kemudian dijemput di sebuah rumah singgah dan mengaku bersalah atas pembunuhan ketiga orang keluarga Liske termasuk ayah kandungnya sendiri. Tragisnya, si pelaku bunuh diri di sel tahanan penjara pada tahun 2015.


Penembakan Yoshihiro Hattori

Yoshihiro Hattori adalah seorang mahasiswa pertukaran asal Jepang yang tinggal di Baton Rouge, Louisiana sebagai bagian dari program American Field Service (AFS). Pada malam Halloween 1992, Hattori dan putra dari keluarga angkatnya pergi ke pesta kostum Halloween untuk para mahasiswa program AFS. Karena tidak akrab dengan lingkungan di tempat tersebut, ternyata mereka membunyikan bel pintu rumah yang salah.

Setelah tidak mendapat jawaban dari penghuni rumah, mereka berjalan kembali ke mobil mereka. Tapi akhirnya pemilik rumah, Rodney Peairs, membuka pintu sambil mempersenjatai diri dengan revolver .44 Magnum. Hattori berbalik dan berkata kepada penghuni rumah, "Kami datang kesini untuk pesta." Lalu gak ada angin gak ada hujan, Peairs langsung menembak Hattori dengan revolver .44 Magnum, dan seketika membunuhnya.


Peairs dan istrinya kemudian kembali ke dalam rumah mereka dan 40 menit kemudian rumah mereka kedatangan polisi, yang menanyainya apa yang sebenarnya terjadi. Peairs mengklaim bahwa kedatangan mahasiswa pertukaran itu mengganggu dan membuatnya "ketakutan." Setelah kasus ini diselidiki lebih dalam melibatkan gubernur Louisiana dan konsulat Jepang akhirnya Peairs ditangkap atas kasus penembakan terhadap Hattori.


Pembunuhan Marvin Brandland

Pada perayaan Halloween 1982, Marvin Brandland dan istrinya membagi-bagikan permen kepada orang-orang yang mampir ke rumah mereka. Sampai suatu ketika seorang pria yang mengenakan topeng datang ke pintu rumah mereka. Pria itu berkata, "Trick-or-Treat"Berikan saya uang atau saya akan menembak kalian."


Marvin mengira itu adalah lelucon Halloween, dan mencoba melepaskan topeng pria itu. Tapi yang terjadi, pria itu malah menerobos masuk ke rumah keluarga Brandland dan mengeluarkan pistol, sambil menuntut agar pasangan suami-istri itu memberinya uang yang mereka simpan di brankas bawah tanah mereka.


Marvin berusaha merampas senjata pria bertopeng itu, tapi pria itu menembak Marvin tepat di tenggorokan. Pria itu kemudian melarikan diri, tetapi anehnya dia sengaja meninggalkan topengnya. Di tahun-tahun berikutnya, setelah istri Marvin meninggal, topeng yang ditinggalkan pelaku itu diuji untuk tes DNA.

Karena hampir tidak ada orang yang tahu tentang brankas di bawah tanah itu, bagaimana mungkin pelaku bisa tahu ada brankas di bawah tanah? Maka kecurigaan jatuh pada keluarga Brandland sendiri. Tapi sampai sekarang tidak pernah ada cukup bukti yang menguatkannya.


Penculikan 3 Gadis Remaja di Woodbridge, Virginia

Pada malam Halloween tahun 2009, tiga gadis remaja tiba-tiba ditodong dengan pistol oleh seorang pria dalam perjalanan mereka pulang dari pesta Halloween di Woodbridge, Virginia. Ketiga gadis malang itu tersebut lalu diculik pelaku dan menggiring mereka dengan todongan senjata ke daerah hutan yang sepi, di sanalah pelaku memulai aksi bejatnya.

Di saat dua gadis lain dilecehkan secara seksual oleh pelaku, gadis ketiga yang tak kuat melihat dua temannya dilecehkan pelaku berhasil meloloskan diri dan menelpon ibunya. Sadar gadis ketiga itu lepas dari pengawasannya, si pelaku panik lalu melarikan diri. Malam Halloween itu benar-benar menjadi malam paling mengerikan bagi ketiga gadis malang tersebut.


Dua tahun kemudian, polisi menangkap pelaku, Aaron Thomas, yang ternyata sudah malang-melintang menjadi tersangka dalam banyak kasus pelecehan seksual sejak tahun 1997. Thomas harus menerima hukuman yang setimpal pada tahun 2012 atas kasus penculikan dan pelecehan terhadap ketiga gadis remaja tersebut.

Mungkin masih ada banyak kasus kejahatan lain yang terjadi saat Halloween. Momen Halloween yang identik dengan hal-hal menyeramkan banyak dimanfaatkan orang untuk melakukan tindak kejahatan. Bahkan bisa saja dilakukan oleh orang-orang terdekat.

Contoh kasus-kasus di atas memberikan sedikit pembelajaran pada kita untuk selalu tetap waspada dan berhati-hati terhadap lingkungan sekitar.

Sumber
Share:

0 comments:

Post a Comment

Postingan Populer